Senin, 04 April 2011

Resume Ekologi Laut Tropis


TUGAS RESUME EKOLOGI LAUT TROPIS
----------RELUNG---------------
Relung (niche) dalam ekologi merujuk pada posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu berdasarkan rentang fisik yang ditempati dan peranan yang dilakukan di dalam komunitasnya. Konsep ini menjelaskan suatu cara yang tepat dari suatu organisme untuk menyelaraskan diri dengan lngkungannya. Habitat adalah pemaparan tempat suatu organisme dapat ditemukan, sedangkan relung adalah pertelaan lengkap bagaimana suatu organisme berhubungan dengan lingkungan fisik dan biologisnya. Ekologi dari suatu individu mencakup variabel biotik (makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, manusia, baik yg mikro maupun yg makro) dan abiotik (benda tidak hidup). Relung menentukan bagaimana spesies memberi tanggapan terhadap ketersediaan sumberdaya hidup dan keberadaan pesaing dan pemangsa dalam suatu ekosistem
Dimensi relung adalah toleransi terhadap kondisi-kondisi yang bervariasi (kelembapan, pH, temperatur, kecepatan angin, aliran air, dan sebagainya) dan kebutuhannya akan sumber daya alam yang bervariasi. Di alam, dimensi relung suatu spesies bersifat multidimensi. Relung dua dimensi contohnya adalah hubungan temperatur dan salinitas sebagai bagian dari relung kerang di pasir. Untuk relung tiga dimensi, contohnya adalah hubungan temperatur, pH, dan ketersediaan makanan sebagai bagian dari relung suatu organisme.
Salah satu karakter dari ekologi laut tropis adalah dengan keberadaan relung yang merupakan profesi atau peranan organisme dalam suatu habitatnya. Tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali, tetapi juga peranannya dalam komunitas dan posisinya pada gradient lingkungan, temperature, kelembapan, pH, tanah, kondisi lain. Relung ini tergantung dimana organsime ini hidup dan mengubah energy, bertingkah laku, bereaksi, serta mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat untuk spesies lain.
Pengetahuan tentang niche merupakan sebuah landasan untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama. Artinya untuk dapat memahami tentang suatu komunitas ataupun, pengetahuan akan niche sangat dibutuhkan untuk menjadi sebuah dasar. Contoh nya adalah dalam bidang biologi seperti perkembangan bakteri, lalu bidang energy seperti kelebihan pakan dapat menyebabkan timbulnya racun, dan dalam hal tingkah laku seperti tingkat keagresifitasan.
Aliran energy dalam niche :


-----------------HABITAT-----------------
Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan paling tidak lingkungan fisiknya di sekeliling populasi suatu spesies yang memengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.
Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop .
Bioma adalah sekelompok tumbuhan dan hewan yang tinggal di suatu habitat pada suatu lokasi geografis tertentu.
Habitat pesisir laut : Mangrove dan interaksinya
Hutan Mangrove yang tumbuh karena dipengaruhi pasang air laut ini, sering juga kita menyebutnya dengan Hutan Bakau yang sebenarnya kurang tepat, karena Bakau, dari keluarga Rhizophora itu sendiri adalah hanya salah satu dari sekian jenis yang tumbuh di ekosistem hutan Mangrove ini. Hutan Manggrove adalah tipe hutan yang berkarakteristik unik, mengingat didaerah payau ini berpadu 4 ( empat ) unsur biologis penting yang fundamental, yaitu Daratan, Air, Pepohonan, dan Fauna.
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan manggrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.
Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumateranensis), Bekantan (Nasalis Larvatus), Wilwo (Mycteria Cinerea), Bubut Hitam (Centropus Nigrorufus) dan Bangau Tongtong (Leptopilus Javanicus) serta tempat persinggahan bagi burung-burung.
Hutan Mangrove disebut juga ”Coastal Woodland” (hutan pantai) atau ”Tidal Forest” (hutan surut)/hutan bakau, yang merupakan tumbuhan litoral yang karakteristiknya terdapat di wilayah tropika (Saenger,1983).
Beberapa jenis Mangrove yang terkenal: (www.lablink.or.id)
  • · Bakau (Rhizopora spp)
  • · Api-api (Avicennia spp)
  • · Pedada (Sonneratia spp)
  • · Tanjang (Bruguiera spp)
Jenis-jenis  tumbuhan hutan mangrove bereaksi  berbeda  terhadap  variasi-variasi lingkungan fisik , sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu.
http://www.masbied.com/2010/01/14/tinjuan-tentang-ekosistem-mangrove/

-------------ADAPTASI---------------
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
  • memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  • mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  • mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  • bereproduksi.
  • merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis.
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
  • Adaptasi Morfologi
adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya.
  • Adaptasi Fisiologi
adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak.
  • Adaptasi Tingkah Laku
adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali menyembul ke permukaan untuk mengambil udara.

Hampir semua makhluk hidup melakukan adaptasi untuk dapat bertahan hidup, begitu juga makhluk hidup yang ada di laut. Bentuk adaptasi sendiri lama kelamaan akan menghasilkan suatu perubahan pada makhluk hidup yang disebut proses evolusi. Kedua hal ini akan saling berkaitan satu sama lainnya.Berikut ini pengertian lebih mendalam tentang adaptasi dan evolusi dalam suatu ekosistem.
Adaptasi dapat juga dinyatakan sebagai kemampuan individu untuk mengatasi keadaan lingkunggan dan menggunakan sumber-sumber alam lebih baik untuk mempertahankan hidupnya dalam relung (nisia, niche) yang diduduki. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
  1. memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  2. mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  3. mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  4. bereproduksi.
  5. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. Bentuk-bentuk adaptasi antara lain, adaptasi morfologi, fisiologi, tingkah laku.
Dampak dari adaptasi sendiri adalah evolusi. Teori evolusi dikembangkan berdasarkan ide (gagasan) dan fakta-fakta seperti; fosil, keanekaragaman, homologi, ontogeni dan sebagainya. Ada dua teori yang sangat mendasar dalam mempelajari teori evolusi. Pertama; Teori Lamarck tentang penurunan sifat suatu individu, bahwa modifikasi yang diperoleh suatu organisme karena adaptasi terhadap lingkungan diwariskan kepada keturunannya. Kedua; Teori Darwin; bahwa ada 3 kenyataan dalam mengembangkan teori evolusi; pertama; bukti fosil yang memberi petunjuk kehidupan di masa lampau; kedua; persamaan tumbuhan dan hewan peliharaan dengan tumbuhan dan hewan liar; ketiga; setiap spesies cenderung untuk bertambah, sehingga timbul persaingan untuk mempertahankan keberadaan.





-----------ENERGI------------
Hukum kekekalan energi
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan/dihilangkan. Tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara.
Hukum Termodinamika 1
merupakan pernyataan dari hukum kekekalan energi dan tidak menyatakan sesuatu apapun mengenai arah dari proses yang berlangsung.

- Menetapkan adanya suatu ekivalensi antara panas dan kerja (panas ↔ kerja)
- Digunakan untuk menghubungkan dan menentukan type – type energi yang terlibat
dalam suatu proses.
- Atau menyatakan bahwa sewaktu proses berlangsung terdapat suatu keseimbangan
energi.

Proses termodinamika itu dapat berlangsung kedua arah yaitu :
- Diekspansikan (pengembangan)
- Dikompresikan (penekanan)
Hukum Termodinamika I juga belum menjelaskan kearah mana suatu perubahan keadaan itu
berjalan dan apakah perubahan itu reversible atau irreversible.


Hukum Termodinamika II

memberikan batasan-batasan tentang arah yang dijalani suatu proses dan memberikan kriteria apakah proses itu reversible atau irreversible. dan salah satu akibat dari hukum termodinamika II ialah perkembangan dari suatu sifat phisik alam yang
disebut entropi.
Perubahan entropi → menentukan arah yang dijalani suatu proses.

Hukum Termodinamika II menyatakan :
Tidak mungkin panas dapat dirubah menjadi kerja seluruhnya, tetapi sebaliknya kerja
dapat dirubah menjadi panas.
Ditinjau dari perspektif fisika, setiap sistem fisik mengandung (secara alternatif, menyimpan) sejumlah energi; berapa tepatnya ditentukan dengan mengambil jumlah dari sejumlah persamaan khusus, masing-masing didesain untuk mengukur energi yang disimpan secara khusus. Secara umum, adanya energi diketahui oleh pengamat setiap ada pergantian sifat objek atau sistem. Tidak ada cara seragam untuk memperlihatkan energy.
Karena dalam ekologi juga terkait dengan energy maka pasti di dalamnya terdapat siklus energy . siklus tersebut merupakan siklus biogeokimia. siklus biogeokimia adalah siklus unsure atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik kemudian kembali lagi ke abiotik, dan rantai makanan termasuk ke dalam siklus ini. dalam rantai makanan itu terjadi pertukaran energy atau transport energy.

Beberapa cara bagaimana nutrient masuk ke dalam ekosistem :
1. Weathering
2. Atmospheric Input
3. Biological Nitrogen Fixation
4. Immigration

Selain itu ekosistem juga dapat kehilangan nutrient , berikut ini adalah cara di mana ekosistem kehilangan nutrient :
1. Erosion
2. Leaching, intrusi
3. Gaseous Losses
4. Emigration and Harvesting

Selain rantai makanan, Siklus Biogeokimia juga mencakup siklus Nitrogen, siklus Fosfor, siklus Karbon, dan juga siklus Oksigen.
Contoh Energi yang ada di pesisir laut tropis ;
Energi pasang surut (tidal energy) merupakan energi yang terbarukan. Prinsip kerja nya sama dengan pembangkit listrik tenaga air, dimana air dimanfaatkan untuk memutar turbin dan mengahasilkan energi listrik.

Keuntungan dari energi pasang surut ini adalah. Setelah dibangun energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan secara gratis, tidak membutuhkan bahan bakar, tidak menimbulkan efek rumah kaca, produksi listrik stabil karena pasang surut air laut bisa diprediksi.

Tetapi energi pasang surut bukanlah energi masa depan karena memiliki berbagai kelemahan. Biaya pembuatan dam mahal dan merusak ekosistem dipesisr pantai.


Energi pasang surut diperkirakan sekitar 500 sampai 1000 m kWh pertahun. Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs) terbesar di dunia terdapat di muara sungai Rance di sebelah utara Perancis. Pembangkit listrik ini dibangun pada tahun 1966 dan berkapasitas 240 MW. PLTPs yang terbesar nanti akan dibangun di Korea Selatan dengan kapasitas 300 MV yang mampu untuk mengaliri listrik untuk 200.000 rumah. Proyek ini akan selesai tahun 2015.
Energi pasang surut memanfaatkan pergerakan air laut dalam jumlah besar (pasang surut). Seperti yang kita ketahui pasang terjadi dua kali sehari, diperkirakan sekitar 12,5 jam sekali.Karena siklusnya bisa diprediksi, maka sangat mudah untuk memanfaat kan energi pasang surut ini.


Prinsip kerja energi pasang surut sangat sederhana. Saat pasang datang air laut masuk melewati dam melalui katup yang bisa membuka secara otomatis. Saat pasang surut, katup yang ada di dam tertutup sehingga air laut terjebak didalam dam. Air laut yang terjebak inilah yang dimanfaatkan untuk memutar turbin.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar